Andi Wahyu Irawan

Yayasan Pendidikan Malabi Indonesia

Andi Wahyu Irawan adalah seorang akademisi dan praktisi pendidikan yang menaruh perhatian besar pada bidang Bimbingan dan Konseling.

Lahir dan besar dengan semangat pengabdian terhadap dunia pendidikan, ia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Negeri Makassar (2010–2014), magister di Universitas Negeri Malang (2016–2018), dan doktoral di Universitas Pendidikan Indonesia (2021–2025)—seluruhnya melalui beasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perjalanan akademiknya mencerminkan konsistensi dan dedikasi dalam membangun fondasi keilmuan yang kuat, terutama di bidang konseling, pemberdayaan, dan pengembangan karakter peserta didik.

Sebagai praktisi, Andi mendirikan Malabi Institute pada tahun 2017 yang kini berkembang menjadi Yayasan Pendidikan Malabi Indonesia (YPMI). Melalui yayasan ini, ia memperjuangkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan sosial, khususnya bagi kelompok perempuan, anak putus sekolah, dan masyarakat pesisir. Pada tahun 2020, Andi memperoleh dana hibah dari Konsulat Jenderal Australia untuk mendirikan PKBM Sinergi Berdaya di Muara Badak—sebuah lembaga pendidikan non-formal yang memberdayakan perempuan melalui literasi dan keterampilan hidup. Ia juga menggagas berbagai kerja sama dengan pemerintah desa dan CSR perusahaan untuk memperluas akses pendidikan di kawasan Ring 1 IKN serta daerah penyangga di Kutai Kartanegara dan sekitarnya.

Kini Andi menjabat sebagai Kepala Unit Penunjang Akademik Bimbingan dan Konseling Universitas Mulawarman (2025–2029) sekaligus terus mengembangkan YPMI sebagai pusat inovasi pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui YPMI, ia melahirkan berbagai inisiatif berkelanjutan seperti PKBM Sinergi Berjaya di Polewali Mandar, Sentra Layanan Universitas Terbuka Putra Mahakam, serta YPMI Publishing yang menjadi wadah penulis berbagi karya inspiratif. Dengan keahlian dalam penelitian kualitatif, manajemen program, dan community development, Andi menjadi sosok yang menjembatani dunia akademik dan praktik sosial—menjadikan pendidikan bukan hanya ruang belajar, tetapi juga sarana transformasi dan kemandirian masyarakat.