Forum Putra Putri Kebudayaan Balikpapan

Bidang:
Sosial dan Budaya

Ketua:
Jeremiah

Instagram:
@putraputrikebudayaan.bpn

Putra Putri Kebudayaan Balikpapan adalah komunitas generasi muda yang berfokus pada pelestarian, edukasi, dan promosi budaya lokal. Melalui berbagai program, kami menghadirkan ruang bagi anak muda untuk mengenal, merasakan, dan menyebarkan nilai budaya Balikpapan.Melalui empat program utama, yaitu sabuya, rasa budaya, ces tau nda, dab heal.link kami menghadirkan pembelajaran budaya yang inklusif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

1. Sabuya

Sabuya adalah program edukasi budaya yang bertujuan untuk

  • Menelusuri kembali warisan sejarah Balikpapan,
  • Belajar langsung dari sumber budaya, dan
  • Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pelestarian cagar budaya.
  • Melalui kunjungan ke situs bersejarah, diskusi, dan eksplorasi lapangan, peserta diajak memahami kisah di balik berbagai cagar budaya Kota Balikpapan.

2. Rasa Budaya

Rasa Budaya adalah program berbagi dan memperkenalkan budaya melalui interaksi langsung bersama masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Program ini mencakup:

  • Workshop tarian tradisional
  • Permainan rakyat
  • Aktivitas seni budaya yang inklusif Tujuannya adalah membangun pengalaman budaya yang hangat, sederhana, dan menyentuh—bahwa budaya tidak selalu butuh panggung megah, tetapi cukup hati yang terbuka.

3. CES TAU NDAK

Program edukasi budaya melalui media sosial yang dibuat untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya Balikpapan dengan cara yang ringan, informatif, dan mudah diakses.
Lewat konten kreatif, kami mengajak masyarakat untuk “tau ndak?” hal-hal unik tentang budaya lokal—mulai dari kuliner, sejarah, hingga tradisi.

4.HEALINK

Program pembelajaran budaya untuk anak inklusi dengan pendekatan ramah, menyenangkan, dan penuh empati. Melalui bermain, bercerita, dan media visual seperti miniatur, anak-anak diajak mengenal budaya dengan cara yang mudah dipahami dan interaktif.

Healing Budaya menghadirkan ruang aman bagi anak untuk berekspresi, membangun kepercayaan diri, dan belajar sesuai ritme mereka.
Karena setiap anak berhak merasakan indahnya budaya tanpa batas.